Selasa malam, 7 Januari 2020 saya dapat email dari Bank Indonesia yang menyatakan menjadi salah satu dari 175 finalis yang berhak datang ke Jakarta dan mengikuti BI Netifest  2020. Tak percaya dengan email ini maka saya pun mendatangi suami untuk memastikannya.

Dan benar saja, setelah email di cek suami ia mengatakan benar kalau saya mendapat undangan itu. Artikel yang ditulis beberapa bulan sebelumnya mencapai titik terang.

Alhamdulilah setidaknya itu yang terucap dimana saya mendapat kesempatan menjadi pemenang meski sadar betul tak mudah menggapainya. Tak perlu waktu lama, satu hari kemudian saya telah masuk dalam grup whatsapp yang anehnya ada no WA suami.

Yang artinya dia juga terpilih menjadi salah satu finalis. Seolah tak percaya maka saya minta suami untuk japri admin untuk memastikan apakah benar namanya menjadi salah satu finalis.

Usai di konfirmasi admin dari BI Netifest meminta cek email di Spam. Tak perlu waktu lama suamiku pun cek email dan benar saja ditemukan email ada di dalamnya.

Alhamdulilah untuk kedua kali dimana suami juga terpilih. Artinya kemungkinan besar kami untuk menang semakin besar, dua dari 35 artikel milik saya dan suami.

Memiliki anak kecil ternyata menjadikan drama untuk kami. Apakah ia bisa di ajak, bila tidak di ajak siapa yang mengasuhnya. Tak mau pusing sendiri saya pun japri mom blogger yang saya tahu betul ia juga punya bocah.

Ternyata tak hanya satu tapi ada beberapa yang akan membawa momongannya. Artinya tak ada alasan untuk tidak membawa anak semata wayang. Tidak tega juga bila ayah dan ibunya menginap di hotel berbintang anak di titip sama saudara.

Belum juga masuk hotel tapi grup whatsapp tak hentinya bergetar. Selain saya yang tinggal di Tangerang ternyata ada beberapa peserta yang berasal dari luar pulau. Wow batinku, dimana nanti akan bertemu kenalan lebih banyak lagi.

Bercerita tentang apa yang mereka dan saya kerjakan tentu menjadi hal menarik. Saya yang lebih suka review produk via instagram daripada blog akan terkontaminasi. Blog juga menjadi ladang yang gurih untuk ibu rumah tangga.

Ketika yang lain telah berdatangan pada siang hari karena memang kami baru di ijinkan masuk sekira pukul 12.00 WIB maka saya dan suami berangkat dari BSD pukul 18.00 WIB. Tak jauh memang karena kami cukup naik KRL Serpong Tanah Abang kemudian lanjut naik taksi online.

Jam menunjukan pukul 19.49 WIB saat kami masuk hotel. Setelah registrasi dengan panitia kami pun masuk. Saya dapat kamar 623 dan suami dapat kamar 601, letak yang tak berjauhan membuat anak kami begitu mudah pindah kamar mau ikut ayah atau bundanya menjadi gampang.

Hari pertama saya mengikuti BI Netifest ada banyak informasi saya dapat seperti tugas Bank Indonesia. Selain itu kami juga mendapat pelatihan tentang netizen jurnalisme dari Mas Nurulloh selaku COO Kompasiana.

Selama setengah hari beliau memamparkan apa yang harus kita lakukan bila ingin sukses menjadi seorang blogger. Konsep-konsep dasar dalam jurnalistik pun disampaikan sebagai pondasi bagi kami agar kelak tak tergelincir dalam menulis.

Satu hal yang cukup menarik adalah bagaimana menyajikan data menjadi artikel yang komprehensif. Dimana seorang blogger harus bisa meramu berbagai data atau peristiwa berserakan menjadi artikel yang menarik sekaligus menghibur tentunya.

Dan kini saatnya, saya akan mencoba mempraktekan ilmu dan wawasan tersebut untuk mengisi konten blog Lina Muryani ataupun Kanal Jogja.