Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Keteladanan yang Baik Bagi Anak-Anak

Keteladanan yang baik tentunya sangat penting dan harus anak-anak dapatkan. Setiap tingkah laku hingga bicara anak, meniru dari apa yang mereka lihat dan dengar khususnya dari orang tua.

linamuryani.com

Memberikan contoh terbaik tentu kewajiban bagi kita selaku orangtuanya. Namun terkadang lingkungan tidak selamnya mendukung. Bukan hanya anak-anak lain yang bisa memberikan contoh negatif, terkadang orang dewasa pun demikian.

Tingkat pendidikan, dan karakter setiap orang memang berbeda. Tidak selamanya mereka sadar akan pentingnya keteladanan yang baik bagi anak-anak.

Berbagai tontonan di televisi juga demikian. Banyak orang tua tidak bisa selektif memilah dan memilih yang layak. Dampaknya anak bisa meniru hal-hal negatif dari yang ditontonnya.

4 Cara Memberikan Keteladanan yang Baik pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa kita upayakan, sehingga anak-anak bisa senantiasa meniru hal-hal baik. Berikut diantaranya.

1. Orang Tua Mampu Berlatih dan Menahan Diri

Sosok orang tua terutama ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. Melatih diri untuk senantiasa berlaku baik, akan membuat anak memiliki karakter kuat di masa depannya.

Tak sedikit tingkah anak yang membuat kita cemas hingga marah. Di sinilah pentingnya orang tua untuk bisa menahan diri. Sekali pun khawatir hindari berbicara keras, sehingga anak tidak menjadi pribadi kasar nantinya.

Begitu pun saat tingkah anak membuat marah. Tahan lah sebisa mungkin. Terutama dari mengeluarkan kata-kata yang tak layak ia dengar. Anak belum mampu membedakan mana baik buruk, setiap tingkah laku hingga kata-kata senantiasa bisa ditirunya dengan cepat.

Berbicara yang baik atau diam, ajaran mulia Nabi ini harus selalu diingat. Berikan pula pemahaman ini kepada anggota keluarga lain. Jika sudah sangat akrab tidak ada salahnya sharing dengan tetangga, sehingga benar-benar tercipta lingkungan yang mendidik.

Baca juga: Kesalahan Orang Tua yang Sering Kali Tidak Disadari Tapi Berakibat Fatal

2. Berikan Anak Tontonan yang Menuntun

Dimana pun berada sebisa mungkin hindari anak-anak menonton sesuatu yang belum seharusnya mereka tonton. Sangat disarankan ayah bunda mematikan televisi jika anak belum tidur.

Jika anak sudah mengenal televisi, siasati dengan membeli VCD. Lepas antena TV sehingga anak tidak bisa mengaksesnya.

Gunakan tontonan berbagai film atau lainnya yang bersifat mendidik semisal kisah para nabi. Ini sangat penting. Dengannya anak bisa meniru kepribadian baik dari tokoh yang ditontonnya.

Dalam hal keilmuan dan keterampilan, ayah bunda juga bisa memberikan tontonan anak yang berisi ilmu dan pemahaman. Surat-surat pendek, bacaan sholat, nyanyian sholawat, hingga pengenalan huruf hijaiyah. Ini akan membuat anak cepat pandai dan menguasai.

Singkatnya, tontonan selain menjadi tuntunan juga bisa menjadi wakil ayah bunda dalam mengajar.

Begitu pun untuk audio atau musik yang diputar. Semaksimal mungkin memutarkan hal-hal bermanfaat. Seringnya anak mendengar hal-hal baik yang diputar berulang-ulang, selain membuatnya pandai juga membentuk kepribadiannya.

Baca juga: Ciri Pendidik yang Baik, Penting Diketahui Para Orang Tua

Penyebab orang-orang dewasa mudah galau sekali pun, mayoritas karena penglihatan dan pendengarannya. Makanya akan lebih baik jika memutar musik pengguggah semangat dan inspirasi, dibanding musik melow,  galau dan sedih.

3. Dekatkan Anak dengan Orang-Orang Sholeh

Memahami pentingnya keteladanan yang baik, maka kita harus selalu maksimal dalam berupaya.
Bagi ayah bunda yang memiliki kerabat, sahabat, hingga guru yang sholeh sebaiknya sering-seringlah silaturahmi ke rumahnya. Bahkan bila perlu sesekali ajak anak menginap.

Berbagai aktivitas baik orang-orang sholeh selama di rumah, akan membuat anak memiliki pengalaman berharga. Hal-hal baik yang dilihatnya akan membuatnya mengingat dengan kuat.

Selain dapat mengajarkan anak bersilaturahmi, secara tidak langsung kita juga sedang mengajarkan anak, dalam hal bergaul dan mencari teman. Pengalaman ini akan sangat berharga di masa dewasanya.

4. Bacakan Kisah-Kisah Para Nabi dan Lainnya

Banyak dari orang tua yang membacakan cerita sebelum anak tidur. Hal ini sangat baik, diantaranya dalam membentuk kepribadian anak.

Ketika seseorang akan tidur biasanya alam bawah sadarnya akan lebih peka. Mendengarkan hal-hal baik akan lebih berbekas di hati dan jiwanya.

Ada banyak kisah yang bisa ayah bunda bacakan. Seperti kisah para Nabi dan Rasul, para sahabat, Wali, dan perjuangan orang-orang sholeh zaman dulu. Baik dalam memperjuangkan agama dan kebenaran, maupun berjuang dalam hal menuntut ilmu.

Demikian sedikit pembahasan mengenai pentingnya keteladanan yang baik. Jika ayah bunda ingin anak menjadi sholeh, pintar dan hal-hal baik lainnya. Berupayalah maksimal itu semua ada pada diri kita semua.

8 komentar untuk "Pentingnya Keteladanan yang Baik Bagi Anak-Anak"

  1. sukaaa banget sama artikelnya mbaaak..

    BalasHapus
  2. Anak tuh peniru ulung, jadi setelah jadi orang tua emang usahakan kita jadi pribadi yang baik dan teladan buat anak yaa

    BalasHapus
  3. saya sedih mba baca postingan mba ini, berasa jadi orangtua yang berdosa. selama pandemi ini yang saya rasakan ga maksimal menemani anak2 saya karena merasa rempong banget jadi banyak main game huhu. saya pengen ngasih teladan ga pegang hape tapi butuh kerja juga, :((

    BalasHapus
  4. Memberi keteladanan yang baik memang harus dari orang tua terlebih dulu ya. Orang Tua Mampu Berlatih dan Menahan Diri ---> ini penting banget. Dan tentunya orang tua harus konsisten.

    BalasHapus
  5. yang nomor 4 susah banget prakteknya, niatnya sih udah ada, buku-bukunya juga sudah siap tapi eksekusi hampir selalu gagal deh, tapi gak mo nyerah ah harus coba terus agar gak nyesel jd orang tua yang bisa jadi teladan untuk anak dikemudian hari, thanks remindernya mbak

    BalasHapus
  6. Kadang kita Suka keceplosan atau emosi kita tinggi sehingga sang anak jadi mengikuti prilaku kita. Jadi kita yang harus berubah duluan

    BalasHapus
  7. Orang tua itu ibaratnya madrasahnya anak-anak kalau aku bilang, karena anak akan belajar lebih dulu dari orang tuanya.

    BalasHapus